Bahasa Jiwa Bangsa...

Merengeknya si kecil adalah satu lambang,

Nasihatnya si ibu adalah satu lambang,

Tegurannya si bapa adalah satu lambang,

Dan mengajarnya seorang guru adalah satu lambang.


Ku hayati lambang ini penting,

Kerana salah caranya ramai yang melenting,

Kadang- kadang gunanya di saat genting,

Supaya musuh jatuh tersungkur berguling.


Tepat caranya lambang ini di meja runding,

Silap langkah aturnya digelanggang debat berdinding,

Kepada yang muda harus menjeling,

Supaya yang tua tidak menggeleng.


Intonasinya lambang harus tepat,

Susun atur kata lambang harus padat,

Supaya si pendengar dapat manfaat,

Moga hendaknya si penutur dapat berkat.


Dikatakan bahasa itu jiwanya bangsa,

Dihujahkan lambangnya bangsa adalah bahasa,

Agar terbinanya apa yang dikatakan nusa,

Supaya tertegak utuhnya agama.


Nukilan: Affull_HB


Wednesday, 27 July 2011

Sajak: Apabila Malam...

Setelah sang Mentari melabuhkan tirainya….,
Di timur…ia menyapa yang masih nyenyak….,
Di barat…ia melambai yang sudah penat bekerja…,
Itulah putaran paksi pada aturan-Nya yang mutlak.

Dikala senja menjelma di ufuk dunia….,
Unggas- unggas berterbangan di tempat pemakamannya…,
Namun masih ada yang berselerakkan menggali harta dunia…,
Sehingga rukuk dan sujud Maghribnya tiada berpunya.

Sayangnya kepekatan malam itu…,
Digunakan pada yang tidak tentu…,
Yang muda mudinya berpleseran berhibur jitu…,
Yang ibu- bapanya sibuk bekerja menggerutu.

Apa adanya pada kesayupan malam….,
Bayu anginnya membuat mata terpejam…,
Lenanya si mata berjam- jam…,
Tinggallah Tahajjud melambai suram.

Menyinsingnya fajar tanda berakhirnya malam…,
Namun masih ramai yang diulit mimpi semalam…,
Selimut tambah diangkat se akan menyelam….,
Iqamatnya subuh yang di dengar  se akan terdiam.

Nukilan: Affull_HB

No comments:

Post a Comment